Finance

Beda dengan Buruh, Ini Tuntutan Driver Ojol Bila Ikut Demo

Jakarta – Sopir atau driver ojek online (ojol) tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) menyatakan tidak ikut aksi di DPR hari ini. Tapi, ada kemungkinan driver turun ke jalan.

Ketua Presidium Nasional GARDA Igun Wicaksono mengatakan, driver punya agenda tersendiri jika harus turun ke jalan. Agenda itu ialah revisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009.

“Ojek online punya agenda tersendiri apabila harus turun aksi demonstrasi, agenda yang berbeda dengan tuntutan dari serikat pekerja, salah satunya adalah tuntutan Revisi Undang-Undang (RUU) No 22 tahun 2009 mengenai Lalu Lintas Angkutan Jalan, agar moda transportasi ojek online resmi diundang-undangkan sebagai bagian dari moda transportasi umum,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/10/2019).

Dia bilang, dengan berkekuatan hukum maka negara maupun regulator bisa mengeluarkan regulasi yang melindungi hak dan kesejahteraan para pengemudi ojol. Dia mengatakan, Garda akan terus mendorong DPR agar hal tersebut segera bisa terealisasi.

“Agenda ojol Garda tersebut untuk mendorong agar DPR RI periode (2019-2024) dapat segera memasukkan RUU No.22/2009 tentang LLAJ dalam Program Leglislasi Nasional (Proglegnas) segera mungkin,” terangnya.

Lebih lanjut, Igun mengatakan, driver tidak ikut aksi karena bukan penerima upah. Dia bilang, hubungan driver dengan perusahaan ialah kemitraan.

“Ojek online tidak terlibat dalam aksi demonstrasi rekan-rekan serikat pekerja, karena ojek online adalah bukan pekerja penerima upah dari perusahaan, profesi ojek online dengan perusahaan merupakan kemitraan, bukan hubungan pemberi kerja dengan pekerja,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *